PERTANIAN INDONESIA - EDUCATED12



Globalisasi memberikan sisi gelap dan terang, dimana globalisasi akan membawa pemenang sekaligus pecundang. Sisi gelap globalisasi tersebut adalah globalisasi sebagai sebuah kompetisi yang menghancurkan, sebagai pembunuh pekerjaan, pembunuh kaum miskin, dan sebagai individualisme yang berlebihan. Adapun sisi terang dari globalisasi adalah globalisasi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, dan mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis.

Mencermati bahaya globalisasi atau sisi gelap globalisasi, maka perlu ditelaah bagaimana kiranya strategi pembangunan yang kondusif dalam era globalisasi. Tetapi, sebelumnya sebagai perbandingan perlu dikemukakan kesalahan pembangunan ekonomi pada masa lalu, sehingga untuk kedepannya tidak melakukakan kesalahan kembali.

Kesalahan Pembangunan Ekonomi Pada Masa Orde Baru
Strategi pembangunan pada masa orde baru bertumpu pada Trilogi Pembangunan, pemerataan dan stabilitas. Secara konsepsional, strategi ini sangat baik, tetapi dalam implementasinya banyak terjadi kesalahan. Stabilitas nasional pada masa orde baru bersifat semu, yang berarti sebenarnya kita semua dibuat merasa takut dan tunduk kepada perintah petinggi negara, maka akibatnya muncul euphoria anarkisme. Selain itu, pertumbuhan sektoral yang tinggi pada sektor industri ternyata tidak mampu menyerap tenaga kerja secara berarti, karena tenaga kerja kebanyakan masih berada pada sektor pertanian. Dengan demikian, sektor industri yang dikembangkan bersifat pada modal dan tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Perubahan Dalam Pola Pembangunan
Strategi pembangunan melalui trickle down effect akan membawa kenaikan pendapatan pada masyarakat lapisan bawah. Akan tetapi karena kurangnya pembangunan kelembagaan yang benar akan berakibat pada bencana krisis. Melihat ketidakberhasilan strategi pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi melalui indtustrialisasi yang berbasis impor, padat modal, berteknologi tinggi dan penuh nuansa kolusi dan korupsi, maka perlu dilakukan koreksi terhadap strategi pembangunan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, tentunya kita harus melihat kepada sebutan negara kita sejak dulu, yaitu negara agraris, maka titik tolak pembangunan harus bertumpu pada pertanian. Dengan kata lain, perlu diwujudkan strategi pembangunan yang terdiri dari sub sektor penyedia input, sub sektor produksi, dan sub sektor output.

Strategi Pembangunan Pertanian
1.       Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Kondisi sumber daya manusia dalam bidang pertanian sungguh sangat memprihatinkan. Melihat kondisi tersebut, perlu adanya usaha yang dilakukan oleh penyuluh dan litbang pertanian. Penyuluhan harus menyeluruh dan terpadu serta berjalan serasi yang menyangkut semua aspek agribisnis seperti aspek teknis, pemasaran, pembukuan, permodalan, asuransi, dan berbagai aspek lainnya.

2.      Bantuan Dana Keuangan
Langkah yang perlu diambil untuk mencapai ketangguhan perekonomian Indonesia adalah dengan merealisasikan pembangunan agribisnis, dimana pembangunan kepada subsektor – subsektor yang saling terkait dan terintegrasi, baik sektor input, produksi, dan output. Bantuan dana diperlukan untuk menggairahkan pengembangan agribisnis di Indonesia, dimana diarahkan kepada penggunaan sumber daya (bahan baku) dari dalam negeri.

3.      Pola Kemitraan
Pola kemitraan hendaknya dapat saling menguntungkan kepada pihak – pihak yang terkait, dan jangan dilaksanakan karena hanya untuk memenuhi himbauan. Peran koperasi sangat diperlukan dalam rangka mengembangkan ketahanan sektor pertanian. Koperasi juga memperkuat posisi petani dalam menjual hasil produk pertanian ke pihak lainnya.

4.      Perwilayahan Komoditis
Menurut (Rangkuti, 1992) penentuan satu kawasan perwilayahan komoditas harus didasarkan pada penelitian dan pengkajian yang cermat antara lain segi :
a.      Kesesuaian daya dukung sumber daya alam (kondisi tanah secara keseluruhan, sumber air dan iklim) untuk komoditi pertanian bersangkutan
b.      Potensi sumber daya manusia baik dari jumlah maupun kualitas yang ada dan perlu dikembangkan
c.      Potensi sumber daya buatan yang ada dan yang dapat dikembangkan

Kondisi Pembangunan Pertanian Saat Ini
Dalam sejarah perekonomian Indonesia sejak Pelita I hingga akhir pemerintahan Reformasi, pentingnya pembangunan pertanian seringkali hanya didengung-dengungkan, namun dalam kenyataannya tetap saja pemberdayaan petani kurang diperhatikan. Kondisi pertanian saat ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1.       Pendapatan petani masih rendah baik secara nominal maupun secara relatif dibandingkan dengan sektor lain
2.      Usaha pertanian yang ada didominasi oleh ciri-ciri:
a.      Skala kecil
b.      Modal terbatas
c.      Tekonologi sederhana
d.     Sangat dipengaruhi musim
e.      Wilayah pasarnya lokal
f.       Umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi)
g.      Akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah
h.     Pasar komoditi pertanian sifatnya mono/oligopsoni sehingga terjadi eksploitasi harga pada petani.
3.      Pendekatan parsial yang yang bertumpu pada peningkatan produktifitas usaha tani yang tidak terkait dengan agroindustri. Hal ini menunjukkan fondasi dasar agribisnis belum terbentuk dengan kokoh sehingga sistem dan usaha agribisnis belum berkembang seperti yang diharapkan, yang terjadi kegiatan agribisnis masih bertumpu pada kegiatan usaha tani.
4.      Pembangunan pertanian yang ada kurang terkait dengan pembangunan pedesaan.
5.      Kurang memperhatikan aspek keunggulan komparatif yang dimiliki wilayah. Pembangunan agribisnis yang ada masih belum didasarkan kepada kawasan unggulan.
6.      Kurang mampu bersaing di pasaran, sehingga membanjirnya impor khususnya komoditas hortikultura.
7.      Terdapat senjang produktivitas dan mutu yang cukup besar sehingga daya saing produk pertanian Indonesia masih mempunyai peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan.
8.     Pangsa pasar ekspor produk pertanian Indonesia masih kecil dan sementara kapasitas dan potensi yang dimilikinya lebih besar.
9.      Kegiatan agroindustri masih belum berkembang. Produk perkebunan semenjak zaman Belanda masih berorentasi pada ekspor komoditas primer (mentah)
10.  Terjadinya degradasi kualitas sumberdaya pertanian akibat pemanfaatan yang tidak mengikuti pola-pola pemanfaatan yang berkelanjutan.
11.   Masih lemahnya kelembagaan usaha dan kelembagaan petani. Usaha agribisnis skala rumahtangga, skala kecil dan agribisnis skala besar belum terikat dalam kerjasama yang saling membutuhkan, saling memperkuat dan saling menguntungkan. Yang terjadi adalah penguasaan pasar oleh kelompok usaha yang kuat sehingga terjadi distribusi margin keuntungan yang timpang (skewed) yang merugikan petani.
12.  Lemahnya peran lembaga penelitian, sehingga temuan atau inovasi benih/ bibit unggul sangat terbatas.
13.  Lemahnya peran lembaga penyuluhan sebagai lembaga transfer teknologi kepada petani, setelah era otonomi daerah.Kurangnya pemerintah memberdayakan stakeholder seperti perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dalam pembangunan pertanian.
14.  Lemahnya dukungan kebijakan makro ekonomi baik fiskal maupun moneter seperti kemudahan kredit bagi petani, pembangunan irigasi maupun pasar, dan hal lainnya.

Kesimpulan
1.      Sektor pertanian mampu bertahan pada saat perekonomian Indonesia terjadi krisis moneter, karena pada sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang positif dan bahkan pada sektor pertanian inilah yang mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia.
2.     Sisi terang dari globalisasi adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis.
3.     Sisi gelap dari globalisasi dapat menghancurkan, dapat membunuh pekerjaan, dapat membunuh kaum miskin, dapat menjadikan setiap individu memiliki sikap individualisme yang berlebihan, dan itu semua dapat menyebabkan masalah untuk perekonomian Indonesia.
4.     Dengan strategi pembangunan pertanian melalui pemberdayaan manusia, bantuan dana keuangan, pola kemitraan, dan perwilayahan komoditis akan menghasilkan perekonomian Indonesia yang lebih baik.


Sumber : Universitas Terbuka(Rangkuman Mata Kuliah Perekonomian Indonesia (ESPA4314) Modul 2)





Silakan Berkomentar yang Sopan, Komunikatif dan Membangun.
Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

Emoticon