Apa yang dimaksud dengan Investasi ? - Educated12


Investasi sering disebut penanaman modal atau pembentukan modal. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modalatau perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian (Sukirno, 2004:121).

Peran penting investasi, yaitu:
1. Peran jangka pendek; berupa pengaruh terhadap permintaan agregat yang akan mendorong meningkatnya output dan kesempatan kerja.
2. Peran jangka panjang; investasi akan meningkatkan potensi output dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan investasi, antara lain:
1. Pendapatan
2. Biaya
3. Harapan

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satu kebijakan yang penting adalah meningkatkan nilai investasi, baik melalui PMDN maupun PMA. Guna menarik para investor dari dalam dan luar negeri, diperlukan perbaikan lingkungan bisnis. Faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis, yaitu:
1. Produktivitas tenaga kerja
2. Perekonomian daerah
3. Infrastruktur fisik
4. Kondisi sosial-politik
5. Institusi

Masyarakat harus selalu dirangsang untuk melakukan investasi melalui kebijakan-kebijakan dan peraturan yang pro-ekonomi rakyat. Patut dipahami bahwa PAD hanyalah derivasi dari perkembangan ekonomi masyarakat daerah yang salah satu unsur penggeraknya adalah investasi, terutama yang berbasis sumberdaya domestik.

Investasi ekonomi rakyat perlu mendapatkan fasilitas yang memadai dari pemerintah karena beberapa alasan. Pertaman, ekonomi rakyat dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mengghunakan sumber daya alam lokal. Ekonomi rakyat menimbulkan implikasi positif seperti meningkatkan serapan tenaga kerja, mengurangi jumlah kemiskinan, pemerataan distribusi pendapatan dan pembangunan ekonomi di pedesaan. Kedua, ekonomi rakyat memegang peranan penting dalam ekspor nonmigas yang menempati rangking kedua setelah ekspor dari kelompok aneka industri. Ketiga, ekonomi rakyat perlu dikembangkan dengan serius karena berdasarkan hasil perhitungan PJPT I dalam piramida ekonomi posisi tengah dan bawah ditempati oleh perusahaan rakyat yang beroperasi dalam iklim yang sangat kompetitif, hambatan masuk rendah. Perusahaan semacam ini tidak membebani negara karena negara tidak perlu membiayai kerugian yang mereka derita seperti halnya perusahaan besar. Ketangguhan ekonomi rakyat juga tidak perlu dipertanyakan lagi ketika mereka berhasil bertahan saat krisis moneter dimana justru perusahaan besar mengalami kebangkrutan.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Pada beberapa tahun terakhir, perekonomian dunia telah tumbuh dengan pesat sekaligus memainkan peranan penting dalam perekonomian global. Meningkatnya rasio ekspor terhadap PDB suatu negara merupakan salah satu indikator keterbukaan negara tersebut dalam perdagangan internasionalnya. Peran perdagangan internasional cukup penting sehingga mendorong sejumlah negara khususnya negara-negara eksportir termasuk Indonesia untuk berusaha mencari seluas-luasnya pasar yang potensial untuk dikembangkan menjadi negara tujuan ekspor.

Secara makro-global dapat dikatakan peningkatan perdagangan bebas merefleksikan kesejahteraan masyarakat dunia. Namun hal itu dipertanyakan manakala dilihat negara mana sebenarnya yang mengalami peningkatan. Data menunjukkan ekspansi perdagangan terutama terjadi di negara-negara maju. Konsentrasi perdagangan dunia masih berpusat di negara-negara utara dan eropa barat, sementara untuk negara Asia hanya dinikmati Jepang dan Cina.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa dilihat dari aspek perdagangan internasional, perdagangan bebas lebih berpihak dan menguntungkan negara-negara maju.

Liberalisasi perdagangan telah menjadi ujung tombak globalisasi ekonomi. Apalagi sejak dibentuk General Agreement on Trade and Tariff (GATT), perkembangan perdagangan dunia sangatlah pesat. Dimasukkannya sektor jasa dalam liberalisasi ekonomi, sebagai implementasi General Agreement on Trade and Services (GATS), semakin menyudutkan posisi banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia yang umumnya sangat lemah dalam sektor jasa. Persaingan yang lebih bebas tanpa antisipasi yang memadai berpotensi meningkatkan defisit perdagangan sektor jasa.

Kerangka ketentuan global dalam perdagangan internasional yang menjadi ruang gerak negara-negara berkembang sebagian besar ditentukan oleh negara-negara industri. Berkaitan dengan tatanan perdagangan internasional yang baru dimana WTO, APEC dan AFTA mempunyai ketentuan-ketentuan dasar yaitu ”keterbukaan Pasar” harus dilaksanakan dengan konsekuen agar negara berkembang seperti Indonesia benarbenar mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan dampak-dampak positif dari Peranan Bidang Perkapalan dan Pelayaran Niaga dalam Perdagangan 15 perdagangan bebas, terutama keterbukaan perdagangan antara negara ASEAN yang memberikan kesempatan kepada tiap negara untuk saling mengisi peluang pasar yang ada sesuai kemampuan produksi masing-masing negara. Keuntungan dari keterbukaan pasar dapat menyebabkan peningkatan produksi barang untuk dipasarkan ke Negara yang membutuhkan. Jadi peranan industri pelayaran semakin penting di dunia, karena kapal merupakan sarana yang sangat tepat dalam perdagangan internasional.

Sumber : Universitas Terbuka(Rangkuman Mata Kuliah Perekonomian Indonesia (ESPA4314) Modul 4)


Silakan Berkomentar yang Sopan, Komunikatif dan Membangun.
Terima Kasih atas Kunjungan Anda.

Emoticon